
Selasa, 15 Juni 2010
Sabtu, 12 Juni 2010
SEKILAS PELAKSANAAN KEGIATAN BIDANG PENTA KERJA DISNAKERTRANS SITUBONDO TH 2009
ANAAN KEGIATAN DISNAKERTRANS KABUPATEN SITUBONDO1. Disnakertrans berusaha membuat suatu kegiatan untuk para pencari kerja yakni menyelenggarakan pelatihan-pelatihan dalam rangka peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) para pencari kerja diantaranya :
a. Pelatihan Menjahit
b. Pelatihan Bordil
c. Pelatihan Pangkas Rambut
d. Pelatihan Service Sepeda Motor
e. Pelatihan Prosessing (Pembuatan Manisan & Minuman)
Kegiatan dimaksud berlangsung sejak tahun 2007 hingga sekarang yang penyelenggaraannya sesuai kebutuhan masyarakat yang diusulkan oleh RT/Kades dan atau oleh Lembaga Provesi/LSM yang ada di Kabupaten Situbondo serta dilaksanakan di lokasi/tempat dimana pencari kerja akan mengembangkan usahanya di Desanya.
Pada tahun 2009 ini kegiatan sudah berlangsung dengan berbagai kegiatan pelatihan ketrampilan bagi masyarakat pencari kerja anta lain Service Sepeda Motor, Pelatihan Prosessing (pembuatan manisan & minuman), Menjahid, Bordil, Pangkas rambut yang tersebar di wilayah Kabupaten Situbondo yakni di 14 tempat (Desa Jatisari, Desa Sumberkolak, Desa Tenggir, Desa Sliwung, Desa Buduan, Desa Kalianget, Desa Langkap, Desa Sumber anyar, Desa Selomukti, Desa Asembagus, Desa Sukorejo, Desa Kedung dowa, desa Besuki dan Kelurahan Mimbaan), masing masing kegiatan pelatihan dengan waktu selama 25 hari
2. Bagi para Pencari Kerja yang sudah mempunyai embrio usaha, Disnakertrans berusaha melatih di bidang management, mengarahkan tenaga kerja bisa berusaha secara Mandiri
3. Guna menciptakan lapangan kerja usaha Mandiri Disnakertrans melakukan melalui trobosan anatara Lain :
a. WUB (Wira Usaha Baru) yang diperuntukkan bagi masyarakat pencari kerja yang memiliki Ijazah serendah-rendahnya SD dan yang sederajat disebut UMSI (Usaha Mandiri Sektor Informal) misalnya : Usaha Pracangan, Usaha Tambal Ban, dan Usaha gorengan.
b. WUB (Wira Usaha Baru) yang diperuntukkan bagi masyarakat pencari kerja yang memiliki kerja SLTA yang disebut TKMT (Tenaga Kerja Mandiri Terdidik); misalnya Usaha Bengkel Sepeda motor, Usaha Menjahit, dan Usaha Potong Rambut.
c. WUB (Wira Usaha Baru) yang diperuntukkan bagi masyarakat pencari kerja yang memiliki Ijazah minimal Diploma yang disebut TKPMP (Tenaga Kerja Pemuda Mandiri Prtofesional; misalnya : Usaha Budidaya Ikan, Usaha Bordil dan Usaha Pemanfaatan Jasa Informasi Komunikasi & Teknologi (ICT) dengan Produk Pasar Pulsa.
4. Wira Usaha Baru dibagi menjadi 2 (dua) yakni Produktif yaitu Suatu pemgembangan usaha yang dapat menghasilkan sesuatu produk yang dapat ditangani oleh satu orang saja; dan Wira Usaha Baru Padat Karya yaitu Suatu kegiatan usaha yang dikembangkan guna menciptakan lapangan kerja dan dapat menyerap banyak tenaga kerja (dapat dilaksanakan oleh banyak orang).
Untuk tahun 2008 Disnakertrans Kabupaten Situbondo telah mengadakan Pelatihan Calon-calon Wira Usaha Baru yang terdiri dari :
a. UMSI (Usaha Mandiri Sektor Informal) sebanyak 20 orang
b. TKMT (Tenaga Mandiri Terdidik) sebanyak 10 orang.
c. TKPMP (Tenaga Kerja Pemuda Mandiri Profesional) sebanyak 10 orang.
5. Merupakan antisipasi juga terhadap peningkatan pengangguran; adanya pengiriman Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ke Luar Negeri diantaranya ke Timur Tengah dan Asia Pasifik.
· Ke Timur Tengah :
· Asia Pasifik :
Khusus Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang dikirim ke
ANTISIPASI MENINGKATNYA PENGANGGURAN DI KABUPATEN SITUBONDO
ANTISIPASI MENINGKATNYA PENGANGGURAN
- LATAR BELAKANG
Pengangguran adalah seseorang yang tergolong angkatan kerja dan ingin mendapat pekerjaan tetapi belum dapat memperolehnya. Masalah pengangguran yang menyebabkan tingkat pendapatan nasional dan tingkat kemakmuran masyarakat tidak mencapai potensi maksimal yaitu masalah pokok makro ekonomi yang paling utama.
Pengangguran sering diartikan sebagai angkatan kerja yang belum bekerja atau tidak bekerja secara optimal. Berdasarkan pengertian diatas, maka dengan bermacam dan penyebab terjadinya pengangguran sehingga dikelompokkan menjadi beberapa jenis pengangguran yaitu ;
a. Pengangguran yang diakibatkan oleh perubahan struktur ekonomi dan corak ekonomi dalam jangka panjang; ini bisa diakibatkan oleh beberapa kemungkinan, seperti :
Akibat permintaan berkurang
Akibat kemajuan dan pengguanaan teknologi
Akibat kebijakan pemerintah
b. Pengangguran yang muncul akibat adanya ketidaksesuaian antara pemberi kerja dan pencari kerja. Pengangguran ini sering disebut pengangguran sukarela.
c. Pengangguran yang muncul akibat pergantian musim misalnya pergantian musim tanam ke musim panen.
d. Pengangguran yang diakibatkan oleh menurunnya kegiatan perekonomian (karena terjadi resesi). Pengangguran siklus disebabkan oleh kurangnya permintaan masyarakat (aggrerat demand).
Jika tingkat pengangguran di suatu daerah relatif tinggi, akan menghambat pencapaian tujuan pembangunan ekonomi suatu Daerah yang pada dasarnya adalah untuk meningkatkan kemakmuran masyarakat dan pertumbuhan ekonomi agar stabil dan dalam keadaan naik terus.
Hal ini terjadi karena pengganguran berdampak negatif terhadap kegiatan perekonomian suatu negara
Sedangkan dampak negatif pengangguran terhadap individu yang mengalaminya dan terhadap masyarakat pada umumnya:
§ Pengangguran dapat menghilangkan mata pencaharian
§ Pengangguran dapat menghilangkan ketrampilan
§ Pengangguran akan menimbulkan ketidakstabilan social politik.
Dengan adanya bermacam pengangguran; adalah merupakan suatu kebijakan cara untuk mengatasinya disesuaikan dengan jenis pengangguran yang terjadi sebagai berikut :
v Cara Mengatasi Pengangguran yang diakibatkan oleh perubahan struktur ekonomi dan corak ekonomi dalam jangka panjang;
Untuk mengatasi pengangguran ini, cara yang digunakan adalah :
1. Peningkatan mobilitas modal dan tenaga kerja
2. Segera memindahkan kelebihan tenaga kerja dari tempat dan sector yang kelebihan ke tempat dan sector ekonomi yang kekurangan
3. Mengadakan pelatihan tenaga kerja untuk mengisi formasi kesempatan (lowongan) kerja yang kosong, dan
4. Segera mendirikan industri padat karya di wilayah yang mengalami pengangguran.
v Cara Mengatasi Pengangguran yang muncul akibat adanya ketidaksesuaian antara pemberi kerja dan pencari kerja. Pengangguran ini sering disebut pengangguran sukarela
Untuk mengatasi pengangguran secara umum antara lain dapat digunakan cara-cara sbb:
1. Perluasan kesempatan kerja dengan cara mendirikan industri-industri baru, terutama yang bersifat padat karya
2. Deregulasi dan Debirokratisasi di berbagai bidang industri untuk merangsang timbulnya investasi baru
3. Menggalakkan pengembangan sector Informal, seperti home indiustri
4. Menggalakkan program transmigrasi untuk me-nyerap tenaga kerja di sector agraris dan sector formal lainnya
5. Pembukaan proyek-proyek umum oleh peme-rintah, seperti pembangunan jembatan, jalan raya, PLTU, PLTA, dan lain-lain sehingga bisa menyerap tenaga kerja secara langsung maupun untuk merangsang investasi baru dari kalangan swasta.
v Cara Mengatasi pengangguran yang muncul akibat pergantian musim misalnya pergantian musim tanam ke musim panen
Jenis pengangguran ini bisa diatasi dengan cara :
1. Pemberian informasi yang cepat jika ada lowongan kerja di sector lain, dan
2. Melakukan pelatihan di bidang keterampilan lain untuk memanfaatkan waktu ketika menunggu musim tertentu.
v Cara mengatasi Pengangguran yang diakibatkan oleh menurunnya kegiatan perekonomian (karena terjadi resesi). Pengangguran ini disebabkan oleh kurangnya permintaan masyarakat (aggrerat demand).
Untuk mengatasi pengangguran jenis ini adalah :
1. Mengarahkan permintaan masyarakat terhadap barang dan jasa, dan
2. Meningkatkan daya beli Masyarakat.










